11 September, 2008
· Filed under Web/Tech
Beberapa bulan yang lalu q gi jln2 k Hi-Tech Mall. Biasa lah, lagi cari barang-barang baru. Walaupun bokek, PD aja lagi. Liat2 ja dah puas rasanya.
Tapi kali ini berbeda. Sejak naik dari Basement (Baca: Basman), detak jantung serasa ga karuan. Cih, apa pula ini? pikirku. Di sinikah akan kutemukan seseorang yang bisa menarik hatiku? Ah tak mungkin, paling-paling di sini cuma ada om om yang lagi belanja komputer. Kalau ada cewek, paling-paling ya gitu-gitu aja. Ga menghina loh, soalnya q juga gitu-gitu aja. Tapi di sana tentunya tak semuanya gitu-gitu aja.
Akhirnya q putuskn naik lift aja, biar ga cape. Keluar dari lift q ga liat-liat langsung aja q nyelonong keluar dan mak bruuukkk…….!!! q nabrak cewek. Sejenak kami berpandangan mata tak berkedip. Muka cewek tu tampak merah, kubalas dengan senyum kayak luak liat ayam. Jantungku berdebar tak beraturan, wah inikah jodohku?
Kurang asem lo…!! Jalan pake mata dong, umpat cewek itu.
Eh….maaf mbak, mata saya ga pake sepatu, jadi ga bisa buat jalan dah. Terpaksa pake kaki.
Cumi lo!!!!!
Cumi apaan mbak? tanyaku.
CUlun…..!! MInggir lo..!!!

Galak amat nih cewek, tapi biarlah emang q yang salah. Lenggang Kangkung aja dah. Q lanjutin cari2 barang baru. Eh ternyata ada.
WWAAAAAHHH….!!! ternyata prosesor terbaru dari AMD, kalo ga salah namanya AMD Phenom Quad Core 6400++. Prosesor dengan empat kepala (Core maksudnya). Mmmm…. harganya cuma 1,9jt. Eh beliin aq donk, ntar biar Tuhan yang membalas. Yahh….!!!
Cumi deh!!!??
Cuma Minta…..
26 May, 2008
· Filed under humoria ala gembel
Tips n Trick
Kentut tak terdengar dan tak berbau
Sering kita berada di tempat yang ramai dan tiba-tiba timbul keinginan untuk buang angin alias kentut. Bayangkan suara yang ditimbulkannya….!! Bayangkan bau yang ditimbulkannya…!! Pastilah akan membuat si pelaku merasa malu tujuh turunan.
Di bawah ini ada solusinya:
1. Ambillah posisi duduk di bangku
2. Ketika Angin sudah terasa di "ujung tanduk" angkat pantat anda sambil ditahan beberapa detik
3. Sembari menahan keluarnya si angin, segeralah tutup telinga anda dengan jempol tangan anda dan dalam waktu yang bersamaan pula tutuplah lubang hidung anda dengan jari telunjuk anda dengan rapat.
4. Silahkan buang angin sepuasnya, dijamin tidak akan terdengar dan tidak berbau
5. Mengerti maksud saya???
13 May, 2008
· Filed under kisah
BENAR JUGA
Suatu ketika Pak Dhe tampak tergesa gesa menuju mushola di desaku. Dengan peci hitam, baju taqwa dan sarung kotak-kotaknya, Pak Dhe mulai berjalan dengan irama agak cepat. Saat itu memang memasuka waktu sholat Maghrib. Tampaknya Pak Dhe tak mau ketinggalan sholat berjamaah di mushola.
Dibilang orang shaleh juga bukan, dibilang orang abangan juga bukan. Entahlah…
Sepulang dari mushola, langkah Pak Dhe terhenti karena mendapat sapaan dari seseorang. Setelah menoleh barulah ketauan siapa yang menyapa Pakdhe. Ternyata itu si Kompreng, preman kampung. Dengan tatapan wajah santai, si Kompreng mulai menegur Pak Dhe.
"Dari mana Pak Dhe?", tanya Kompreng.
"Oh, kamu toh Preng! Dari Mushola", jawab Pak Dhe basa-basi.
"Habis sholat ya Pak Dhe?", si Kompreng menghisap rokoknya.
Melihat gaya si Kompreng, Pak Dhe menjadi agak tersinggung. Tetapi demi menjaga imej, Pak Dhe menjawab saja.
"Iya, memangnya kenapa Preng? Apa kamu tidak sholat tadi?", tanya Pak Dhe.
"Buat apa sholat Pak Dhe?", Kompreng kembali menghisap rokoknya.
"Kamu kurang waras ya? Sholat khan perintah agama. Tuhan menyuruh kita Sholat lima waktu", jawab Pak Dhe dengan nada meninggi.
Dengan santai si Kompreng menimpali.
"Kapan Tuhan datang kepada Pak Dhe dan menyuruh Pak Dhe Sholat?"
Tuengggg…glodak…..!!!
-Iya ya, Kapan Tuhan mendatangiku dan menyuruhku sholat-
?????????????????????
13 May, 2008
· Filed under Religion

Suatu ketika aku mendengar sebuah kalimat bijak
"Hidup segan, Mati tak mau"
Kalau ku pikir lagi, kalimat itu benar adanya.
Dunia ini penuh dengan liku-liku dan perjuangan tanpa henti. Melelahkan dan menguras banyak tenaga.
Sedangkan mau mati pun masih tak mau, karena kita belum tentu mampu mempertanggung jawabkan perbuatan kita.
Jadi bagaimana solusinya.
Agama, kepercayaan dan sejenisnya tak mampu mengatasi masalah itu.
Agama sudah banyak yang melenceng dari garisnya semula.
Kebanyakan di tunggangi kepentingan nafsu dan ego manusia.
Agama di gunakan sebagai kedok perbuatan buruk manusia.
Apa sebenarnya agama itu?
Bagaimana beragama yang sebenarnya itu?
Dimanakah solusi itu?